Home Kajian Umum Kisah Pindahnya Kiblat ke Masjidil Haram

Kisah Pindahnya Kiblat ke Masjidil Haram

Masjid Qiblatain, Masjid 2 Kiblat

1,657
0
SHARE
Kisah Pindahnya Kiblat ke Masjidil Haram

Ka

SahabatDakwah – Masih banyak umat islam yang tidak mengetahui bahwa kiblat atau arah sholat dulunya pernah ke arah Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa), sebelumnya dipindahkan Allah Subhannnahu wa Ta'ala ke arah Ka'bah (Masjidil Haram).

Perintah pindah arah kiblat  ini turun setelah Rasulullah berada di Madinah, sekitar awal tahun ke-2 beliau dan para sahabatnya hijrah dari Mekah.

Dikutip dari ceramah Siroh Nabawiyah oleh Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc. M.A.

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam sudah sejak turunnya perintah sholat kepada beliau dari  Allah Ta'ala, Rasulullah ketika akan sholat di Mekah selalu berusaha mencari sisi Ka'bah yang menghadap ke arah Baitul Maqdis, sehingga beliau sholat menghadap ke Ka'bah dan juga menghadap ke Baitul Maqdis, karena beliau begitu berharap agar kiblat itu dipindahkan ke Ka'bah seperti ketika zaman Nabi Ibrahim alaihissalam.

Setelah perintah sholat juga turun kepada umatnya setelah peristiwa isra' mi'raj, keinginan beliau shallallahu alaihi wa salam semakin bertambah, sehingga setiap sebelum sholat dan setelah sholat beliau sering menengadah ke langit, berharap turunya wahyu tentang itu. Namun selama di Mekah, perintah untuk memindahkan arah kiblat tersebut belum diturunkan Allah Ta'ala.

Setelah hijrah ke Madinah dan hidup berdampingan dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani, yang arah kiblatnya juga ke Baitul Maqdis, harapan Rasulullah untuk dipindahkan Allah kiblat semakin tinggi, apalagi banyak terdengar dari orang-orang Yahudi dan Nasrani tuduhan-tuduhan tentang beliau yang dikatakan meniru-niru kepada Yahudi dan Nasrani.

Sampai pada suatu ketika keinginan kekasih-Nya itu dikabulkan Allah Azza wa Jalla, dengan turunnya firman Allah pada Surat Al-Baqarah ayat 144;
قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

"Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, Maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. dan dimana saja kamu berada, Palingkanlah mukamu ke arahnya." [al-Baqarah/2:144].

Berdasarkan firman Allah ini, dipindahkanlah kiblat ke Ka'bah di Masjidil Haram, sehingga dalam setiap sholat kita saat ini menghadap ke Ka'bah.

Masjid Qiblatain

Perintah perpindahan arah kiblat ini turun ketika Rasulullah bersama para sahabat akan melaksanakan sholat zuhur di masjid beliau, Masjidil Nabawi.

Setelah selesai sholat zuhur dengan arah kiblat yang sudah pindah, beliau kemudian mendatangi sebuah suku Ma'rur yang sedang melakukan sholat Asar, dan mereka belum mengetahui perpindahan arah kiblat ini, baru setelah melakukan solat Asar dua rakaat pertama, kemudian diberi tahu arah kiblat sudah pindah, merekapun melanjutkan 2 rakaat sisanya ke arah Ka'bah. Karena inilah masjid tersebut dinamakan masjid Qiblatain, yang maknanya adalah masjid dengan 2 kiblat.

Wallahu 'alam